Salah ide brilian diusulkan oleh Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku untuk melakukan kolaborasi akbar dengan melibatkan 22 SRB dan 5 DRB Maluku bekerjasama dengan Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Maluku.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BGP Maluku. Dr. La Mansur, S.Pd.,M.Pd. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini dan menyarankan agar kegiatan berbagi praktik baik ini bisa terus dilakukan meski sudah selesai kegiatan pembaTIK. BGP Maluku sangat terbuka dan akan selalu membuka ruang untuk melakukan hal-hal positif demi kemajuan pendidikan di Indonesia khususnya di Maluku.
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Ibu Rica Yanuarti yang merupakan perwakilan dari Pusdatin Kemdikbudristek. Beliau banyak memberikan motivasi kepada peserta untuk terus berinovasi membuat pembelajaran yang menyenangkan dengan memanfaatkan perkembangan TIK.
Pada kesempatan ini, saya berbagi praktik baik yang sudah saya lakukan disekolah. Praktik baik saya namakan KETEL BURU yang merupakan akronim dari Kontekstual, Efektif, Berbasis Teknologi, dan Berpihak untuk Murid. Ketel merupakan salah satu budaya kearifan lokal yang ada di daerah kami.
Ketel merupakan tempat pengolahan atau penyulingan daun kayu putih secara tradisional. Daerah kami, Kabupaten Buru merupakan salah satu penghasil minyak kayu putih terbaik di Maluku bahkan di Indonesia.
Hasil penyulingan berupa minyak kayu putih, saya gunakan sebagai salah satu bahan dasar untuk pembuatan sabun batangan dengan aroma eucalyptus.
Model pembelajaran yang saya terapkan di kelas adalah pembelajaran berbasis proyek (PJBL) dengan memanfaatkan minyak kayu putih sebagai salah satu kearifan lokal.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar